9 Jan 2009
Romantisnya Rasulullah SAW
Artikel ini aku sadur dari milis tetangga.

Sengaja aku posting, siapa tau A'a (temenku) yang saat ini lagi kena musibah & cobaan dalam rumah tangganya bisa baca & mempraktekkan artikel ini. Semoga rumah tangga kalian baik2 aja ya ... bisa rukun & tenang kembali seperti dulu.

Buat para suami-suami, seringkali kita memperdebatkan dan memperbincangkan permasalahan yang berkaitan dengan kebahagiaan berumah tangga. Seorang bapak (suami), pernah bertanya dalam sebuah dialog interaktif konsultasi keluarga di sebuah situs Islam lokal, tentang bagaimana mendapatkan kasih sayang dan pengabdian istri. Dan yang tidak kalah 'heboh', tidak sedikit pertanyaan yang ujung-ujungnya ingin melakukan poligami dengan berbagai alasan tentunya.

Poligami, jelas sangat diperbolehkan dan dicontohkan oleh baginda Rasul meski pun dalam tradisi dan budaya masyarakat kita, beristri lebih dari satu masih merupakan hal yang dianggap tidak lazim bahkan tabu. Namun sepertinya, ada hal yang sering terlupakan oleh para suami, sudahkah kita mencontoh Rasulullah dalam urusan romantisme berumahtangga? Sehingga Nabi SAW -karena romantismenya yang luar biasa terhadap para istri beliau- tidak pernah kita mendengar ada masalah yang besar dalam rumah tangga bersama para istrinya.

Jadi, untuk sementara kesampingkan dulu masalah seperti ketidakbahagiaan beristri yang usianya lebih tua, rumahtangga tidak harmonis, sehingga memunculkan wacana yang saat ini sedang ngetrend; poligami. Padahal sesungguhnya jika kita mau merenunginya kembali, bisa jadi permasalahan utamanya sangat sederhana; kita kurang romantis! Mari kemudian kita cermati tauladan dari Rasulullah, manusia agung yang sangat romantis terhadap istri-istrinya sebelum kita bicarakan niat atau kemungkinan untuk berpoligami.

Rasulullah SAW adalah contoh yang terbaik seorang suami yang mengamalkan sistem Poligami. Baginda Nabi sangat romantis kepada semua istrinya. Dalam satu kisah diceritakan, pada suatu hari istri-istri Rasul berkumpul ke hadapan suaminya dan bertanya, "Diantara istri-istri Rasul, siapakah yang paling disayangi?". Rasulullah SAW hanya tersenyum lalu berkata, "Aku akan beritahukan kepada kalian nanti". Setelah itu, dalam kesempatan yang berbeda, Rasulullah memberikan sebuah kepada istri-istrinya masing-masing sebuah cincin seraya berpesan agar tidak memberitahu kepada istri-istri yang lain.

Lalu suatu hari hari para istri Rasulullah itu berkumpul lagi dan mengajukan pertanyaan yang sama. Lalu Rasulullah SAW menjawab, "Yang paling aku sayangi adalah yang kuberikan cincin kepadanya". Kemudian, istri-istri Nabi SAW itu tersenyum puas karena menyangka hanya dirinya saja yang mendapat cincin dan merasakan bahwa dirinya tidak terasing. Masih ada amalan-amalan lain yang bisa dilakukan untuk mendapatkan suasana romatis seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW. Rasulullah SAW pernah bersabda, "Apabila pasangan suami istri berpegangan tangan, dosa-dosa akan keluar melalui celah-celah jari mereka".

Rasulullah SAW selalu berpegangan tangan dengan Aisyah ketika di dalam rumah. Beliau acapkali memotong kuku istrinya, mandi janabat bersama, atau mengajak salah satu istrinya bepergian, setelah sebelumnya mengundinya untuk menambah kasih dan sayang di antara mereka. Baginda Nabi SAW juga selalu memanggil istri-istrinya dengan panggilan yang menyenangkan dan membuat hati berbunga-bunga. "Wahai si pipi kemerah-merahan" adalah contoh panggilan yang selalu beliau ucapkan tatkala memanggil Aisyah.

Itulah sedikit contoh romantisme Rasulullah SAW yang dapat kita teladani dan praktekkan dalam kehidupan berumahtangga. Tentu, masih banyak contoh romantisme lainnya. Kepada suami-suami yang baik, mulailah bersikap lembut dan berupaya membuat sang istri selalu mengembang senyumnya. Peganglah tangan istri anda setiap waktu, setiap kesempatan. Begitu pula para istri-istri yang sholehah, peganglah juga tangan suami anda untuk menghapuskan segala dosa-dosa.

Jadi, jika kita bisa meniru romantisme ala Rasul, sehingga istri pun membalas dengan yang tidak kalah romantisnya, masalah mana lagi yang sempat mampir dalam bahtera rumahtangga kita?

Ibarat kata, tidak ada makanan di rumah pun bisa diselesaikan berdua dengan tetap tersenyum, bukan begitu ?



Label:

posted by Utami @ 12.40   0 comments
28 Nov 2008
Kedengkian ...
(dari Tazkyatun Nafs)

Definisi :

Kedengkian (Hasad) => mengharapkan lenyapnya nikmat dari orang yang didengki, dalam beberapa keadaan merupakan salah satu dosa besar.

Sebab tercelanya kedengkian :
  • Kedengkian termasuk buah dari iri hari, iri hati berasal dari amarah (asasnya), kedengkian memiliki cabang yang tak terhitung.
  • Kedengkian memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar (Abu Daud).
  • Semua permusuhan bisa diharap penghentiannya kecuali permusuhan orang yang memusuhimu karena dengki.
Hakikat & Hukum Kedengkian :

Asal/sebab kedengkian adalah nikmat, menimbulkan dua keadaan :
  1. Membenci dan menginginkan lenyapnya nikmat, hukumnya haram, isyarat Alquran Ali Imron 120. "Jika kamu memperoleh kebaikan niscaya mereka bersedih hati tetapi jika kamu mendapatkan bencana, mereka bergembira karenanya." Kegembiraan terhadap musibah yang dialami orang (syatamah) Al Baqoroh (109), (An-Nisa : 89), contoh kedengkian saudara yusuf.
  2. Tidak menginginkan lenyapnya nikmat, tidak membenci keberadaan dan kelangsungannya, tapi menginginkan nikmat serupa. Disebut gitbah / munafasah atau persaingan sehat, hukumnya terkadang wajib, sunnat mubah.
    "..dan untuk yang demikian itu hendaknya mereka berlomba lomba (Al Muthafifin : 26)." "Berlomba-lombalah kamu kepada mendapatkan ampunan Allah ( Al Hadid : 21)."
    "Tidak ada kebencian kecuali dua hal yaitu seorang yang dikaruniai harta oleh Allah lalu dia menghabiskannya dalam kebenaran, dan seseorang yang dikaruniai ilmu oleh Allah lalu dia mengamalkannya dan mengajarkannya kepada manusiawi (Bukhari & Muslim)."
    "Perumpamaan ummat ini seperti 4 orang : seseorang yang dikarunia harta dan ilmu oleh Allah dia mengamalkan ilmu dan hartanya, seorang yang dikaruniai ilmu oleh Allah tetapi tidak dikaruniai harta lalu dia berkata Wahai Tuhan, seandainya aku punya harta si fulan niscaya aku bisa beramal dengannya seperti amalnya, maka kedua orang ini mendapatkan pahala yang sama (Ini merupakan keinginan dari orang tersebut untuk bisa beramal kebaikan seperti saudaranya tanpa mengharapkan lenyapnya nikmat yang didapatkannya), seorang yang dikaruniakan harta tetapi tidak dikaruniai ilmu lalu dia membelanjakannya dalam kemaksiatan kepada Allah, dan seorang yang tidak dikaruniai harta lalu dia berkata seandainya aku punya harta seperti si fulan niscaya aku bisa membelanjakannya seperti dia membelanjakannya dalam kemaksiatan, maka dosa kedua orang ini adalah sama, (Ibnu majah & tarmidzi, hasan shahih)."
    Rosul mencelanya dalam hal angan2 untuk berbuat maksiat bukan dari sisi keinginan untuk mendapatkan nikmat yang dimiliki saudaranya.
    Jadi tidak ada salahnya seseorang berharap mendapatkan kenikmatan seperti yang didapatkan saudaranya selagi tidak menginginkan lenyapnya nikmat itu dari saudaranya dan tidak membenci kelanggengannya.

Tingkatan Kedengkian :
  1. Menginginkan lenyapnya nikmat dari orang lain sekalipun nikmat itu tidak berpindah kepada dirinya (hal ini merupakan tingkat keburukan).
  2. Mengingikan lenyapnya nikmat dan berpindah kepadanya karena ia sangat menginginkan nikmat itu.
  3. Tidak menginginkan nikmat itu sendiri untuk dirinya tetapi menginginkan nikmat serupa, jika tidak bisa mendapatkan nikmat yang serupa maka ia menginginkan lenyapnya nikmat itu agar tidak muncul perbedaan antar keduanya.
  4. Menginginkan nikmat yang serupa untuk dirinya dan jika tidak bisa mendapatkannya maka ia tidak mengiinginkan kelenyapan dari saudaranya.

Tingkatan 1 mutlak tercela, tingkat keempat dimaafkan jika menyangkut dunia, dan dianjurkan jika berkenaan dengan masalah agama, tingkat kedua lebih ringan daripada tingkat ketiga. Tingkatan keempat disebut kedengkian lintas makna tetapi ia tercela berdasarkan firman Allah "Dan janganlah kamu iri terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain (An Nisa : 32)".
Jadi mengharapkan nikmat yang serupa dengannya tidak tercela tetapi mengharapkan nikmat itu sendiri adalah tercela.

Sebab Kedengkian dan Munafasah :

  1. Permusuhan dan kebencian (QS Ali Imran : 119 - 120)
  2. Taazuz, keberatan jika orang lain mengunggulinya
  3. Kesombongan (Az-zuhruf 31)
  4. Tajub, merasa takjub/ heran jika orang yang sama dengan dirinya mendapatkan derajat / nikmat dari Allah. Qs Yasin 15, Al Mu'minun 47,34, Al-Araf 69.
  5. Takut tidak mendapatkan apa yang diinginkan, berkaitan dengan orang yang memperebutkan satu tujuan, bersaing untuk memperoleh tujuan sama.
  6. Cinta kepemimpinan dan mencari kedudukan untuk dirinya, tanpa mencapai satu tujuan ingin menjadi orang yang tertandingi dalam satu bidang ilmu atau seni.
  7. Buruknya jiwa dan kekikirannya untuk berbuat baik kepada hamba-hamba Allah.

Obat Menghilangkan penyakit kedengkian adalah ilmu & amal.

Dengan Ilmu diantaranya :

  1. Mengetahui secara pasti bahwa kedengkian sangat berbahaya bagi dunia dan agama.
  2. Menyadari bahwa kedengkian adalah membahayakan keberagamaan kita karena dengan dengki berarti telah membenci qadha Allah, tidak suka kepada nikmatNya yang telah dibagikan diantara para hambaNya, dan tidak mau menerima keadilanNya yang ditegakanNya di kerajaanNya dalam kebijaksanaanNya yang tersembunyi bag kita, dan kita mengingkari dan menganggap buruk hal tersebut, ini merupakan kejahatan (jinnayah) terhadap tauhid.
  3. Menyadari bahwa kedengkian membuat kita akan menjadi tersiksa dan sakit di dunia, menghabiskan waktu untuk memenuhi kedengkian saja.
  4. Menyadari bahwa kedengkian tidak mebahayakan orang yang didengki baik menyangkut agama ataupun dunia, karena nikmat tidak akan lenyap hanya semata mata karena kedengkian seseorang.

Dengan Amal diantaranya :

  1. Menghukum kedengkian, setiap melakukan kedengkian berupa perbuatan atau perkataan ia harus menghukum kebahilannya dengan perbuatan sebaliknya, misalkan memuji, menyanjung orang yang didengki.
  2. Tawadhu, bermanis kata (mujamalah), dapat menghancurkan ketegangan.
  3. Menelusuri sebab kedengkian seperti kesombongn, egoisme dan besarnya ambisi yang tidak bermanfaat karena itu adalah komponen penyakit, dan kita harus mengikis komponen tersebut.

Kadar kewajiban dalam menghilangkan kedengkian hati :
Setiap kita dimusuhi atau dibenci maka pasti akan sebaliknya, dalam menghadapi musuh / pendengki :

  1. Tabiat kita mengingikan keburukan mereka tetapi akal membenci keinginan tersebut dan kecenderungan hati untuk menolak kebencian itu, serta mencari alasan untuk menghilangkan kecenderungan tersebut dari hati, termasuk dimaafkan karena tidak termasuk ikhtiar kedengkian.
  2. Menginginkan hal itu dan menampakan kegembiraan atas keburukan dengan lisan dan anggota badan, jelas termsuk kedengkian yang dilarang.
  3. Antara dua pihak itu, mendengki dengan hati tapi mencela diri atas kedengkian tersebut, juga tanpa mengingkari hati tetapi menahan anggota badan dari mentaati tuntutan kedengkian, masih menjadi perselisihan, tetapi pendapat yang kuat tidak terhindar dari dosa sesuai dengan kadar kuat dan lemahnya kedengkian yang ada

~disadur dari milis tetangga~

Label:

posted by Utami @ 12.56   0 comments
21 Nov 2008
HUJAN ...
Oleh : M. Nuh

Ada kegundahan tersendiri yang dirasakan seekor anak katak ketika langit tiba-tiba gelap.

"Bu, apa kita akan binasa. Kenapa langit tiba-tiba gelap ?" ucap anak katak sambil merangkul erat lengan induknya. Sang ibu menyambut rangkulan itu dengan belaian lembut. "Anakku," ucap sang induk kemudian. "Itu bukan pertanda kebinasaan kita. Justru, itu tanda baik." jelas induk katak sambil terus membelai. Dan anak katak itu pun mulai tenang. Namun, ketenangan itu tak berlangsung lama. Tiba-tiba angin bertiup kencang. Daun dan tangkai kering yang berserakan mulai berterbangan. Pepohonan meliuk-liuk dipermainkan angin. Lagi-lagi, suatu pemandangan menakutkan buat si katak kecil. "Ibu, itu apa lagi? Apa itu yang kita tunggu-tunggu?" tanya si anak katak sambil bersembunyi di balik tubuh induknya.

"Anakku. Itu cuma angin," ucap sang induk tak terpengaruh keadaan. "Itu juga pertanda kalau yang kita tunggu pasti datang!" tambahnya begitu menenangkan. Dan anak katak itu pun mulai tenang. Ia mulai menikmati tiupan angin kencang yang tampak menakutkan. "Blaaarrr!!!" suara petir menyambar-nyambar. Kilatan cahaya putih pun kian menjadikan suasana begitu menakutkan. Kali ini, si anak katak tak lagi bisa bilang apa-apa. Ia bukan saja merangkul dan sembunyi di balik tubuh induknya. Tapi juga gemetar. "Buuu, aku sangat takut. Takut sekali!" ucapnya sambil terus memejamkan mata.

"Sabar, anakku!" ucapnya sambil terus membelai. "Itu cuma petir. Itu tanda ketiga kalau yang kita tunggu tak lama lagi datang! Keluarlah. Pandangi tanda-tanda yang tampak menakutkan itu. Bersyukurlah, karena hujan tak lama lagi datang," ungkap sang induk katak begitu tenang.

Anak katak itu mulai keluar dari balik tubuh induknya. Ia mencoba mendongak, memandangi langit yang hitam, angin yang meliuk-liukkan dahan, dan sambaran petir yang begitu menyilaukan. Tiba-tiba, ia berteriak kencang, "Ibuuu, hujan datang. Hujan datang! Horeeeee!"

***************************************************************

Anugerah hidup kadang tampil melalui rute yang tidak diinginkan. Ia tidak datang diiringi dengan tiupan seruling merdu. Tidak diantar oleh dayang-dayang nan rupawan. Tidak disegarkan dengan wewangian harum.

Saat itulah, tidak sedikit manusia yang akhirnya dipermainkan keadaan. Persis seperti anak katak yang takut cuma karena langit hitam, angin yang bertiup kencang, dan kilatan petir yang menyilaukan. Padahal, itulah sebenarnya tanda-tanda hujan.

Benar apa yang diucapkan induk katak : "jangan takut melangkah, jangan sembunyi dari kenyataan, sabar dan hadapi. Karena hujan yang ditunggu, Insya Allah akan datang. Bersama kesukaran ada kemudahan. Sekali lagi, bersama kesukaran ada kemudahan ...(m. nuh)




Label:

posted by Utami @ 07.48   0 comments
14 Nov 2008
13 Sifat Perempuan Yang Tidak Disukai Laki-Laki
Oleh: Ulis Tofa, Lc


Sehingga tidak ada pertanyaan lagi oleh para istri mulai saat ini, tentang sebab mengapa para suami mereka lari dari rumah. Karena salah satu Pusat Kajian di Eropa telah mengadakan survai seputar 20 sifat perempuan yang paling tidak disukai laki-laki. Survai ini diikuti oleh dua ribu (2000) peserta laki-laki dari beragam umur, beragam wawasan dan beragam tingkat pendidikan.

Survai itu menguatkan bahwa ada 13 sifat atau tipe perempuan yang tidak disukai laki-laki:

Pertama, perempuan yang kelaki-lakian, "mustarjalah"

Perempuan tipe ini menempati urutan pertama dari sifat yang paling tidak disukai laki-laki. Padahal banyak perempuan terpandang berkeyakinan bahwa laki-laki mencintai perempuan "yang memiliki sifat perkasa". Namun survai itu justru sebaliknya, bahwa para peserta survai dari kalangan laki-laki menguatkan bahwa perempuan seperti ini telah hilang sifat kewanitannya secara fitrah. Mereka menilai bahwa perangai itu tidak asli milik perempuan. Seperti sifat penunjukan diri lebih kuat secara fisik, sebagaimana mereka menyaingi laki-laki dalam berbagai bidang kerja, terutama bidang yang semestinya hanya untuk laki-laki… Mereka bersuara lantang menuntut haknya dalam dunia kepemimpinan dan jabatan tinggi! Sebagian besar pemuda yang ikut serta dalam survai ini mengaku tidak suka berhubungan dengan tipe perempuan seperti ini.

Kedua, perempuan yang tidak bisa menahan lisannya "Tsartsarah"

Tipe perempuan ini menempati urutan kedua dari sifat yang tidak disukai laki-laki, karena perempuan yang banyak omong dan tidak memberi kesempatan orang lain untuk berbicara, menyampaikan pendapatnya, umumnya lebih banyak memaksa dan egois. Karena itu kehidupan rumah tangga terancam tidak bisa bertahan lebih lama, bahkan berubah menjadi "neraka".

Ketiga, perempuan materialistis "Maaddiyah"

Adalah tipe perempuan yang orientasi hidupnya hanya kebendaan dan materi. Segala sesuatu dinilai dengan harga dan uang. Tidak suka ada pengganti selain materi, meskipun ia lebih kaya dari suaminya.

Keempat, perempuan pemalas "muhmalah"

Tipe perempuan ini menempati urutan keempat dari sifat perempuan yang tidak disukai laki-laki.

Kelima, perempuan bodoh "ghobiyyah"

Yaitu tipe perempuan yang tidak memiliki pendapat, tidak punya ide dan hanya bersikap pasif.

Keenam, perempuan pembohong "kadzibah"

Tipe perempuan yang tidak bisa dipercaya, suka berbohong, tidak berkata sebenarnya, baik menyangkut masalah serius, besar atau masalah sepele dan remah. Tipe perempuan ini sangat ditakuti laki-laki, karena tidak ada yang bisa dipercaya lagi dari segala sisinya, dan umumnya berkhianat terhadap suaminya.

Ketujuh, perempuan yang mengaku serba hebat "mutabahiyah"

Tipe perempuan ini selalu menyangka dirinya paling pintar, ia lebih hebat dibandingkan dengan lainnya, dibandingkan suaminya, anaknya, di tempat kerjanya, dan kedudukan materi lainnya…

Kedelapan, perempuan sok jagoan, tidak mau kalah dengan suaminya

Tipe perempuan yang selalu menunjukkan kekuatan fisiknya setiap saat.
Kesembilan, perempuan yang iri dengan perempuan lainnya.
Adalah tipe perempuan yang selalu menjelekkan perempuan lain.

Kesepuluh, perempuan murahan "mubtadzilah"

Tipe perempuan pasaran yang mengumbar omongannya, perilakunya, menggadaikan kehormatan dan kepribadiannya di tengah-tengah masyarakat.

Kesebelas, perempuan yang perasa "syadidah hasasiyyah"

Tipe perempuan seperti ini banyak menangis yang mengakibatkan laki-laki terpukul dan terpengaruh semenjak awal. Suami menjadi masyghul dengan sikap cengengnya.
Keduabelas, perempuan pencemburu yang berlebihan "ghayyur gira zaidah"
Sehingga menyebabkan kehidupan suaminya terperangkap dalam perselisihan, persengketaan tak berkesudahan.

Ketigabelas, perempuan fanatis "mumillah"

Model perempuan yang tidak mau menerima perubahan, nasehat dan masukan meskipun itu benar dan ia membutuhkannya. Ia tidak mau menerima perubahan dari suaminya atau anak-anaknya, baik dalam urusan pribadi atau urusan rumah tangganya secara umum. Model seperti ini memiliki kemampuan untuk nerimo dengan satu kata, satu cara, setiap harinya selama tiga puluh tahun, tanpa ada rasa jenuh!

Sumber : Kebun Hikmah

Label:

posted by Utami @ 15.35   0 comments
 
About Me


Name: Utami
Home: Balikpapan, Indonesia
About Me:
See my complete profile

Previous Post
Archives
Links
Template by
Blogger Templates