 |
| 15 Mar 2009 |
| Asmara Dua Diana |

Kemarin nonton film "Asmara Dua Diana" di XXI, kocak banget dech filmnya ... Film yang dibintangi oleh Jamie Aditya, Luna Maya & Aura Kasih ini lumayan untuk ditonton (apalagi klo lagi suntuk .... hehehehe .... :D).
Film ini bercerita tentang seorang pria bernama Asmara (Jamie Aditya) yang beruntung banget mempunyai seorang istri yang cantik bernama Diana (Luna Maya). Di samping itu, Asmara juga diberi kepercayaan oleh mertuanya untuk mengelola sebuah perusahaan travel. Hmmm ... beruntung banget ya si Asmara ini, punya istri cantik, tinggal di rumah mewah plus dikasih perusahaan lagi ... Cerita diawali dengan usaha Asmara yang ingin kembali lagi ke penjara (dasar orang aneh ... melarikan diri dari masalah, tapi penyelesaiannya malah pengin masuk penjara). Dari penjara inilah cerita kehidupan Asmara terungkap (kenapa si Asmara pengin hidup di penjara ?). Pada awalnya, kehidupan Asmara bisa dibilang sempurna (punya istri cantik, anak tunggal, kaya pula). Hanya saja, Asmara punya masalah dengan "kesetiaan" (masih gak puas aja ...). Pada dasarnya Asmara memang pria yang supel & baik. Hal inilah yang menarik hati para wanita. Sampai suatu saat dia bertemu dengan seorang wanita yang cantik plus seksi, bernama Diana (Aura Kasih).
Berhubung nama istrinya dan nama si cewek seksi ini sama (Diana), terlintas dalam pikiran Asmara untuk menjalin affair dengan Diana (Aura Kasih). Setelah berkencan berkali-kali, akhirnya Diana hamil. Di sisi lain, Diana (sang istri) juga hamil. Momen pada saat Asmara & sopirnya bergantian mengantar Diana (sang istri) & Diana (sang affair) untuk kontrol kehamilan inilah momen yang paling lucu .... (menurutku). Diana (sang affair) meminta Asmara bertanggung jawab. Ia ternyata adik seorang kolonel yang tega berbuat kasar terhadap orang yang mengganggu keluarganya. Dilema mulai melanda Asmara. Karena kehamilan Diana (sang istri) juga sudah dinanti-nantikan oleh keluarganya. Otomatis keluarganya menyambut suka cita. Sebagai hadiah, Asmara dibuatkan perusahaan baru.
Di sisi lain, Diana (sang affair), sudah tidak sabar menunggu pertanggungjawaban dari Asmara. Ia mengancam Asmara akan memberitahu istrinya bahwa Asmara berselingkuh dengannya. Asmara yang panik dan takut segera menyewa jasa Bakri (info dari sopirnya), seorang pembunuh bayaran untuk meng’hilang’kan Diana (sang affair).
Panik, mengetahui bahwa istrinya sudah tahu tentang perselingkuhannya dan juga bahwa Diana (sang affair) ternyata adik si kolonel membuat Asmara kabur keluar kota dan menghilang. Saat pelarian, ia bertemu dengan preman yang baru keluar dari penjara. Ia mendapat pencerahan dari preman yang bilang padanya bahwa tempat paling aman itu penjara. Tak seorangpun bisa menyentuh kita. Asmara pun mendapat ide cemerlang, ia harus masuk penjara. Uniknya, Asmara justru sering cari gara gara untuk bisa masuk penjara. Sampai semua sipir bosan dan dendam padanya. Dasar cerdik, Asmara malah membuat bisnis baru di dalam penjara. Ia pun menjadi napi favorit.
Label: Resensi Film |
posted by Utami @ 22.11   |
|
|
|
| 8 Mar 2009 |
| I Know Who Killed Me |
Hari ini nonton film thriller "I Know Who Killed Me" di bioskop XXI. Seru (ada adegan strip dance ala Lindsay ... hehehe ...), sedikit sadis & menegangkan. Film ini dibintangi oleh Lindsay Lohan & Julia Ormond. Inti ceritanya sih tentang "mengungkap misteri pembunuhan berantai" yang terjadi di sebuah kota kecil bernama New Salem. Dan target pembunuhan tersebut yaitu para remaja putri. Aku bilang sadis, karena si pembunuh ini melakukan siksaan fisik terhadap korban selama berminggu-minggu yang pada akhirnya mereka dibunuh.
Suatu ketika, Aubrey Fleming (Lindsay Lohan) seorang pianis dan penulis muda berbakat di kota itu tiba-tiba saja menghilang usai pesta perayaan kemenangan kampus mereka dalam permainan football. Para agen FBI yang bertugas menyelidiki kasus ini hampir menyerah, sampai suatu malam Aubrey ditemukan di tepi jalan dalam keadaan tak sadarkan diri dan sangat mengenaskan karena tangan kiri dan tungkai kaki kirinya terpotong.
Setelah mendapatkan perawatan medis, gadis yang semula dianggap Aubrey ini mengaku bahwa ia adalah Dakota Moss dan bukan Aubrey seperti yang dikira semua orang. Dokter dan FBI mengira bahwa ini hanyalah akibat psikis dari siksaan yang diterima Aubrey saat diculik. Padahal kepribadian asli antara Aubrey & Dakota ini jelas berbanding terbalik (bener2 beda).
Namun ternyata masalahnya tak sesederhana itu karena Daniel (ayah Aubrey) selama ini menyimpan satu rahasia yang tak pernah diungkapkannya pada siapa pun termasuk Susan (Julia Ormond), istrinya. Ternyata Aubrey & Dakota adalah saudara kembar identik yang telah dipisahkan sejak mereka masih bayi. Aubrey diadopsi Daniel untuk menggantikan posisi anak kandungnya yang telah meninggal dunia pada saat dilahirkan. Sedangkan Dakota Moss tetap dibesarkan oleh ibu kandungnya di kota yang berbeda.
Dengan adanya pembunuhan berantai ini, justru membuat ikatan batin antara mereka berdua (Aubrey & Dakota) semakin kuat. Karena pada akhirnya Dakota berhasil mengungkap siapa si pembunuh & menemukan saudara kembarnya. Label: Resensi Film |
posted by Utami @ 21.33   |
|
|
|
| 30 Agu 2008 |
| "Laskar Pelangi" segera ditayangkan |
********************************************************************* Kamis, 28/08/2008 18:01 WIB
'Laskar Pelangi' Segera Tayang di Layar Tancap Han Kristi - detikMovie
Jakarta - September mendatang film yang diadaptasi dari novel laris 'Laskar Pelangi' milik Andrea Hirata segera bisa dinikmati di bioskop tanah air. Tak hanya diputar di bioskop, film itu juga akan diputar di layar tancap. "Launchingnya nggak cuma di Jakarta. Rencananya juga diputar di layar tancap tapi cuma di daerah -daerah yang nggak punya bioskop," ucap produser film 'Laskar Pelangi' Mira Lesmana saat dihubungi Detikhot melalui telepon selularnya, Kamis (28/8/2008). Saat ini film yang digarap di Bangka Belitong itu sudah memasuki tahap akhir proses produksi. "Sekarang lagi tahap mixing suara dan segera dibawa ke Bangkok untuk tahap akhir" tambahnya.Untuk urusan lagu tema film itu, Mira Lesmana pun mempercayakan kepada grup band yang sedang naik daun Nidji. Selain Nidji album soundtrack 'Songs Inspired by Laskar Pelangi' juga diramaikan oleh Netral, Gita Gutawa, Sherina, Ipang, Garasi, Float, Gugun and Bluesbugs dan lain-lain. Film itu disutradarai Riri Riza dan skenarionya dibuat oleh Salman Aristo. Informasi dari sang produser, film ini akan segera dirilis 25 September 2008. (eny/eny)
*********************************************************************************************** Bagi penggemar bukunya Andrea Hirata mengenai "Tetralogi Laskar Pelangi", pasti jingkrak2 kegirangan dech (emang gw ... hehehe :) ) denger kabar bahwa filmnya bakal segera ditayangkan. Itu berarti bahwa buku ke-empatnya (Maryamah Karpov) bentar lagi bakal dirilis (katanya sih tahun ini ...).
Bagi yang belum mengenal siapa itu Andrea Hirata & "Tetralogi Laskar Pelangi"-nya, segera dech beli bukunya, buku ini termasuk best seller loch. Disamping itu, jalan ceritanya juga bagus banget & bisa memotivasi seseorang. Laskar Pelangi merupakan buku pertama dari "Tetralogi Laskar Pelangi". Buku berikutnya adalah Sang Pemimpi, Edensor dan Maryamah Karpov.
Laskar Pelangi adalah novel pertama karya Andrea Hirata yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka pada tahun 2005. Novel ini bercerita tentang kehidupan 10 anak dari keluarga miskin yang bersekolah (SD dan SMP) di sebuah sekolah Muhammadiyah di pulau Belitong yang penuh dengan keterbatasan. Mereka adalah Ikal, Lintang, Sahara, Mahar, A Kiong, Syahdan, Kucai, Borek, Trapani dan Harun.
Mereka bersekolah dan belajar pada kelas yang sama dari kelas 1 SD sampai kelas 3 SMP, dan menyebut diri mereka sebagai Laskar Pelangi. Pada bagian-bagian akhir cerita, anggota Laskar Pelangi bertambah satu anak perempuan yang bernama Flo, seorang murid pindahan. Keterbatasan yang ada bukan membuat mereka putus asa, tetapi malah membuat mereka terpacu untuk dapat melakukan sesuatu yang lebih baik.
Sinopsis "Laskar Pelangi" : ~disadur dari wikipedia~
Cerita terjadi di Desa Gantung, Kabupaten Gantung, Belitong Timur. Dimulai ketika sekolah Muhammadiyah terancam akan dibubarkan oleh Depdikbud SumSel jikalau tidak mencapai siswa baru sejumlah 10 anak. Ketika itu baru 9 anak yang menghadiri upacara pembukaan, akan tetapi tepat ketika Pak Harfan, sang kepala sekolah, hendak berpidato menutup sekolah, Harun dan ibunya datang untuk mendaftarkan diri di sekolah kecil itu.
Mulai dari sanalah dimulai cerita mereka. Mulai dari penempatan tempat duduk, pertemuan mereka dengan Pak Harfan, perkenalan mereka yang luar biasa di mana A Kiong yang malah cengar-cengir ketika ditanyakan namanya oleh guru mereka, Bu Mus. Kejadian bodoh yang dilakukan oleh Borek, pemilihan ketua kelas yang diprotes keras oleh Kucai, kejadian ditemukannya bakat luar biasa Mahar, pengalaman cinta pertama Ikal, sampai pertaruhan nyawa Lintang yang mengayuh sepeda 80 km pulang pergi dari rumahnya ke sekolah!
Mereka, Laskar Pelangi - nama yang diberikan Bu Muslimah akan kesenangan mereka terhadap pelangi - pun sempat mengharumkan nama sekolah dengan berbagai cara. Misalnya pembalasan dendam Mahar yang selalu dipojokkan kawan-kawannya karena kesenangannya pada okultisme (kepercayaan terhadap hal-hal supranatural) yang membuahkan kemenangan manis pada karnaval 17 Agustus, dan kejeniusan luar biasa Lintang yang menantang dan mengalahkan Drs. Zulfikar, guru sekolah kaya PN yang berijazah dan terkenal, dan memenangkan lomba cerdas cermat.
Laskar Pelangi mengarungi hari-hari menyenangkan, tertawa dan menangis bersama. Kisah sepuluh kawanan ini berakhir dengan kematian ayah Lintang yang memaksa Einstein cilik itu putus sekolah dengan sangat mengharukan, dan dilanjutkan dengan kejadian 12 tahun kemudian di mana Ikal yang berjuang di luar pulau Belitong kembali ke kampungnya. Kisah indah ini diringkas dengan kocak dan mengharukan oleh Andrea Hirata, kita bahkan bisa merasakan semangat masa kecil anggota sepuluh Laskar Pelangi ini! Label: Resensi Film |
posted by Utami @ 12.23   |
|
|
|
| 26 Agu 2008 |
| EVENING .... |

Film "Evening" termasuk dalam kategori film drama (romantis), yang dibintangi oleh Claire Danes, Toni Collette, Vanessa Redgrave, Natasha Richardson & Patrick Wilson. Film ini dibuat berdasarkan adaptasi dari novel bestseller karya Susan Minot.
"Evening" adalah sebuah film yang mengeksplorasi romantika masa lalu dan emosi saat ini dari Ann Grant (Vanessa Redgrave) dan anak-anak gadisnya, Constance (Natasha Richardson) & Nina (Toni Collette). Ann Grant, seorang wanita tua yang sedang sekarat, ia mengingat dan memberitahu anak-anaknya tentang rahasia terbesar dalam hidupnya di saat 50 tahun yang lalu saat dia masih muda (pemeran Ann saat masih muda yakni Claire Danes). Harris (Patrick Wilson) adalah pria yang dicintai Ann pada tahun 1950-an dan ia tidak pernah melupakannya (hhmmm ... bener-bener cinta sejati ...). Meskipun masing-masing telah menikah dengan orang lain (Haris menikah dengan seorang perawat desa, sedangkan Ann sempat menikah 2 kali). Menarik untuk disimak bahwa cinta tampaknya dapat abadi justru ketika tidak berkelanjutan dalam suatu hubungan. Berikut adalah sepenggal lagu lawas berjudul "Time After Time" yang pernah dilantunkan oleh Frank Sinatra dan dinyanyikan kembali oleh Claire Danes dalam film ini.
Time after time I tell my self that I'm so lucky to be loving you So lucky to be the one you run to see in the evening when the day is through I only know what I know the passing years will show you kept my love so young, so new ... And time after time You'll hear me say that I'm so lucky to be loving you Sebuah cerita yang indah dan mengandung perasaan yang dalam (sebuah gambaran hubungan yang kompleks antara ibu dan anak, juga cerita romantis di masa lalu) yang digambarkan dengan indah melalui aktor-aktor bernama besar ini.
Label: Resensi Film |
posted by Utami @ 09.01   |
|
|
|
| 11 Agu 2008 |
| Poseidon |

Semalem gak bisa tidur ..... kebiasaan buruk nih, klo udah baca buku sampe' lewat jam 11 malem pasti susah banget tidurnya. Bakalan ngantuk berat dech ntar di kantor, dalam sehari bisa menghabiskan 2 gelas kopi buat antisipasinya. Sampe' jam satu malem nih mata gak bisa diajak kompromi. Akhirnya nonton TiPi jadi pusat pengalihannya, di HBO lagi ditayangkan film thriller POSEIDON. Udah ke sekian kalinya aku nonton film ini, tetep aja masih tertarik nonton lagi. Film ini termasuk film yang menegangkan (bukannya bikin ngantuk, yang ada malah akunya tambah gak bisa tidur ...... :) ).
Pertama kali nonton film ini, persepsiku "kok kayak film Titanic ya ..." Jangan2 kelanjutan film Titanic lagi or remake-nya. Soalnya sama2 di kapal besar lokasi syutingnya. Setelah cari info sana sini ternyata emang remake, tapi bukan remake film Titanic. Poseidon ini remake dari fim The Poseidon Adventure yang dirilis tahun 1972. Setelah nonton filmnya sampe abis, ternyata alur critanya agak beda. Klo Titanic lebih banyak crita romantisnya, sedangkan Poseidon lebih banyak adegan "survival"nya yang menegangkan.
Film ini bercerita tentang perjalanan sebuah kapal pesiar (namanya Poseidon) yang dalam perjalanannya tiba-tiba mengalami bencana karena diserang ombak pasang besar di tengah lautan Atlantik. Saking besarnya si ombak ini, sampe' membuat kapal sebesar Poseidon posisinya terbalik, mengalami rusak parah & hampir tenggelam. Beberapa orang yang selamat dalam kapal tersebut terjebak dalam ruang konser yang menurut si kapten kapal mereka akan selamat untuk sementara waktu sampai bantuan datang menolong mereka. Tapi ada sekelompok orang yang gak percaya sama omongannya si kapten & berusaha keluar dari ruangan tersebut untuk mencari jalan keluar. Kelompok tersebut terdiri dari seorang penjudi bernama John Dylan (Josh Lucas) yang jadi pimpinan kelompok, Robert Ramsey (Kurt Russel)adalah seorang ayah yang mantan petugas pemadam kebakaran sekaligus mantan walikota New York (hubungannya tidak terlalu harmonis dengan putrinya), Jennifer (Emmy Rossum) adalah putri sang mantan walikota beserta tunangannya Chris (Mike Vogel), Maggie (Jacinda Barret) adalah single parent dari anak laki-laki bernama Connor, Richard Nelson adalah arsitek biseksual yang baru aja diputusin pacarnya & berniat bunuh diri (tapi gak jadi karena ketakutan waktu melihat ombak besar akan menimpa kapal tersebut) & seorang wanita (Elena) yang kehilangan tujuan hidup (awalnya ikut menumpang di kapal tersebut karena sebelumnya dia berkenalan dengan seorang pria di bar yang merupakan awak kapal tersebut & bisa ikut berlayar gratis karena diselundupkan dalam kamar teman prianya itu). Dengan perasaan panik, frustasi & ketakutan karena kapal mulai dipenuhi air & lambat laun kapal akan tenggelam sebelum bantuan datang menyelamatkan mereka. Kelompok tersebut berusaha mencari jalan keluar agar sampai ke permukaan kapal & tidak mengindahkan peringatan si kapten kapal. Ditengah kondisi kapal yang hancur dan dalam keadaan posisi terbalik, mereka berusaha mencari jalan keluar dan mungkin hanya baling-baling kapal yang bisa membawa mereka keluar dari Poseidon. Sementara di ruang konser, penumpang yang tersisa & lebih memilih tinggal untuk menunggu bantuan datang harus berakhir tragis. Mereka gak bisa menyelamatkan diri lagi saat kaca-kaca jendela mulai hancur karena tekanan air yang begitu kuat & air mulai membanjiri ruangan dan menenggelamkan semua penumpang.
Kisahnya jadi semakin mengharukan pada saat Ramsey menjadi penyelamat dan nekat mencari ruang kontrol mesin pemutar baling-baling meskipun sebelumnya Chris (tunangan putrinya) mengajukan diri untuk melakukan itu. Dengan napas yang hampir habis & dada yang mulai sesak, Ramsey akhirnya berhasil mengarahkan baling-baling berputar ke arah sebaliknya. Setelah semua anggota kelompok berkumpul (tadinya sempet terpisah karena Dylan mencari Connor yang sempet hilang), akhirnya mereka sadar bahwa Ramsey telah berhasil dalam misinya. Tanpa banyak pertimbangan Dylan melempar sebuah tabung nitrogen untuk mengganjal baling-baling berputar, tapi sayang lemparannya justru membuat tangki tersebut dalam posisi melintang & menghalangi jalan keluar.
Dylan berusaha mendorong tangki tersebut, tangki justru meledak dan membuat baling-baling di kedua sisi kapal hancur. melalui jalan ini, akhirnya kelompok tersebut berhasil keluar dan berenang menuju sekoci penolong. Dan tak lama kemudian Poseidon mulai tenggelam. Di sekoci penolong Dylan berusaha menembakkan tanda peringatan untuk regu penolong & kemudian helikopter datang untuk menyelamatkan mereka.
Film ini dibintangi oleh Josh Lucas, Kurt Russel, Jacinda Barret, Richard Dreyfuss etc ... Dirilis bulan Mei 2006. Label: Resensi Film |
posted by Utami @ 23.53   |
|
|
|
| 21 Jul 2008 |
| Touch the Top of the World |

Beberapa minggu yang lalu aku nonton film ini di channel HBO, awalnya gak terlalu tertarik. (Pengin pindah channel ahhh …. Siapa tau ada film yang lebih bagus). Ternyata gak ada yang menarik juga, akhirnya aku memutuskan untuk nonton film ini. Walaupun film ini tergolong udah agak basi (klo gak salah film ini direlease skitar tahun 2006). Secara aku juga blum pernah nonton, WHY NOT ? nonton aja dech ........
Ternyata film ini bagus & keren banget … (gak rugi dech nonton film ini) Film ini juga “based on the true story” loch … (gak cuma difilmkan aja, sebelumnya memoir booknya udah diluncurkan skitar tahun 2001) Aktor yang jadi pemeran sebagai Erik Weihenmayer yaitu Peter Facinelli (cakep banget ….aktingnya juga keren)
Film ini menceritakan mengenai seorang laki-laki tuna netra yang bercita-cita menaklukkan beberapa gunung (terutama gunung2 tertinggi di dunia) & dialah laki-laki tuna netra yang pertama kali berhasil menaklukkan Mount Everest. Erik Weihenmayer adalah bapak seorang putri yang juga seorang pengajar di Former Middle School (sekolah untuk orang normal). Di sekolah inilah Erik bertemu dengan guru yang cantik & baek hati yang mau menerima Erik apa adanya, dan akhirnya menjadi istrinya. Kisah cintanya romantis banget, apalagi waktu si Erik ngelamar istrinya. Pake’ acara manjat tebing segala, di atas tebinglah Erik ngelamar istrinya.
Si Erik ini gak cuma jago mendaki gunung aja, dia juga jago panjat tebing & gulat. WOW ..... Hebat banget ya ..... dengan segala kekurangannya, dia masih punya begitu banyak kelebihan yang gak semua orang normal bisa lakukan.
Sebenernya Erik Weihenmayer ini gak buta dari lahir, masa kecilnya sama seperti pada umumnya anak-anak kecil lainnya yang tumbuh normal. Dia mengalami kebutaan pada saat mulai menginjak remaja karena mengidap penyakit pemisahan retina. Karena penyakit ini, dia mulai kehilangan penglihatannya sedikit demi sedikit & akhirnya sama sekali gak bisa ngliat apa-apa alias buta. Yang bikin aku terharu yaitu dukungan & kasih sayang orang tuanya yang gak pernah berhenti mensupport si Erik. Walaupun Erik buta, tapi kedua orang tuanya berusaha untuk memperlakukan dia seperti anak-anak normal lainnya. Salah satu wujud kasih sayang orang tuanya ke Erik yaitu pada saat Erik ditawari PV untuk bergabung dalam ekspedisi menaklukkan Mount Everest bersama sahabat-sahabatnya. Ayahnya sangat mendukung banget, bahkan ayahnya minta dukungan ke perkumpulan anak-anak tuna netra (dan disambut baek oleh mereka) & berusaha menggalang dana untuk ekspedisi tersebut. Berkat dukungan dari perkumpulan anak-anak tuna netra, terkumpul dana beberapa ribu dolar.
Di samping orang tuanya, Erik juga punya sahabat-sahabat yang baek & ngedukung dia. Sahabat-sahabat Erik ini juga punya hobby yang sama kayak Erik, yaitu mendaki gunung & panjat tebing. Yang bikin aku salut dari smua cerita ini yaitu pada saat dimulainya ekspedisi ke Mount Everest. Yang ikut ekspedisi ini adalah semua sahabat-sahabat Erik & PV (dia adalah senior plus mentor untuk ekspedisi Mount Everest, karena sebelumnya si PV ini sudah pernah ke Mount Everest, jadi udah tau seluk beluk gunung tertinggi itu). Bahkan dalam ekspedisi ini, semua sahabat-sahabatnya memperlakukan Erik layaknya orang normal (sebenernya atas permintaan Erik sendiri untuk diperlakukan seperti itu). Dengan sabarnya si PV ngasih arahan & semangat ke Erik. Intinya adalah Erik harus tetap fokus, walaupun dia buta & berusaha semaksimal mungkin. Karena ternyata olahraga mendaki gunung & panjat tebing ini mengajarkan kita agar tetap konsentrasi & fokus pada apapun. Pokoknya salut banget dech atas semua kegigihan & perjuangan Erik waktu menaklukkan Mount Everest.
BRAVO ERIK ... !!!!! Semoga buku dan filmnya bisa membuat orang yang membaca & menontonnya menjadi terinspirasi akan kisah hidupnya. Kalian yang belum sempet nonton film or baca bukunya, buruan dech cari CD or bukunya .....
Label: Resensi Film |
posted by Utami @ 14.25   |
|
|
|
|
 |
|
|